KEHIDUPAN AKHIRAT DALAM TAFSIR AL-MANÂR (Telaah Terhadap Surat Hûd Ayat 103-108 dalam Tafsir al-Manâr)

M. LUTFI HAMID, 082112008 (2016) KEHIDUPAN AKHIRAT DALAM TAFSIR AL-MANÂR (Telaah Terhadap Surat Hûd Ayat 103-108 dalam Tafsir al-Manâr). Undergraduate thesis, IAIN JEMBER.

[img]
Preview
Text
1. Judul Penelitian (Sampul).pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. ABSTRAK.pdf

Download (570kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. DAFTAR ISI.pdf

Download (453kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (870kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (963kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (783kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V Penutup.pdf

Download (593kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (581kB) | Preview

Abstract

M. LUTFI HAMID, 2016: KEHIDUPAN AKHIRAT DALAM TAFSIR AL-MANÂR (Tela`ah Terhadap Surah Hûd ayat 103-107 dalam Tafsir al-Manâr). Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk memuat berbagai hal seperti masalah hubungan manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan manusia, kisahkisah masa lalu dan yang lainnya dengan tujuan agar kehidupan di dunia menjadi nyaman dan aman. Selain itu, Al-Qur’an juga memuat hal-hal yang masih akan terjadi seperti kematian dan kehidupan akhirat dengan tujuan agar manusia memahami bahwa hidup di dunia ini bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah perjalanan menuju kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan akhirat. Berbincang tentang kehidupan akhirat, ada banyak perbedaan dari para pemikir karena kehidupan akhirat masih akan terjadi. Begitu juga dengan para ahli tafsir ketika menafsirkan ayat-ayat tentang kehidupan akhirat juga ada banyak banyak perbedaan. Pada penelitian ini, peneliti mencoba meneliti kitab tafsir al-Manâr sebagai obyek kajian dengan fokus penelitian: Bagaimana penafsiran kitab tafsir al-Manâr terhadap gambaran kehidupan akhirat dalam surat Hûd ayat 103-108? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana penafsiran tafsir al-Manâr terhadap gambaran kehidupan akhirat dalam surat Hûd ayat 103-108. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bersifat kajian kepustakaan (Library Research) dengan metode deskriptif analisis. Metode ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang penafsiran kitab tafsir alManâr terhadap surat Hûd ayat 103-108 secara jelas, kemudian penafsiran tersebut dianalisa kembali sesuai dengan sumber data yang peneliti peroleh. Kesimpulan dari penelitian ini, adalah: dalam menafsirkan surah Hûd ayat 103-108, ada persamaan dan perbedaan dari penafsiran Ridlâ dengan mufassir lain. Perbedaannya seperti dalam memahami orang yang celaka ( لها ءاقشلا), menurut Ridlâ orang yang celaka yang dimaksud dari surah Hûd ayat 105- 106 adalah orang yang dalam hidupnya di dunia melakukan kesalahan karena rusaknya akidah mereka disebabkan mereka bertaklid. Perbedaan lain juga terdapat dalam kelanggengan manusia di neraka ketika dibatasi dengan potongan ayat كبر ءاشاملاا, menurut Ridlâ jika Allah berkehendak untuk mengubah hukum ini, maka Ia akan melakukan sesuai kehendaknya. Namun, Ia tidak akan mengingkari janji dan ancaman-Nya, seperti seperti langgengnya ahli neraka

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: KEHIDUPAN AKHIRAT, TAFSIR AL-MANÂR
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200299 Cultural Studies not elsewhere classified
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits
Depositing User: Masrur Rizqon
Date Deposited: 28 Sep 2017 02:38
Last Modified: 28 Sep 2017 02:38
URI: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/110

Actions (login required)

View Item View Item