Tinjauan hukum Islam mengenai pembatalan perkawinan dan implikasinya terhadap hak kewarisan anak

A, Achmad (2015) Tinjauan hukum Islam mengenai pembatalan perkawinan dan implikasinya terhadap hak kewarisan anak. Undergraduate thesis, IAIN Jember.

[img] Text
Achmad A_NIM.083111047.pdf

Download (3MB)

Abstract

Perkawinan dalam islam adalah suatu ikatan atau perjanjian yang kuat antara seorang laki-laki dan perempuan untuk membentuk keluarga yang bahagia. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an bahwa perkawinan sebagai mitsaqanghalidhan. Akan tetapi ikatan dalam perkawinan tidak serta merta bisa dilaksanakan oleh setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan. Karena dalam perkawinan tidak terlepas dari rukun serta syarat-syaratyang harus dipenuhi dan juga larangan-larangan yang harus yang harus dihindari. Baik rukun serta syaratsyarat dan juga larangan-larangan yang ditentukan oleh syara’ maupun perundang-undangan. Karena bagi seorang yang ingin melakukan perkawinan baik laki-laki maupun perempuan harus memenuhi rukun serta syarat-syarat perkawinan tersebut, dan juga larangan-larangan dalam perkawinan harus dihindari. Jika salah satu saja dari rukun serta syarat-syarat dalam perkawinan tidak terpenuhi dan larangan-arangan juga tidak dihindari maka perkawinan tersebut batal, baik perkawinan batal demi hukum atau dapat dibatalkan oleh pengadilan. Makadariitupenelitidisinimemfokuskanpenelitiannyapadabeberapahalseba gaiberikut: 1)Bagaimana kedudukan hubungan darah (Qarabah) anak yang lahir dari perkawinan yang dibatalkan? 2) Bagaimana pandangan hukum islam mengenai pembatalan perkawinan dan implikasinya terhadap hak kewarisan anak?. Dan secara praktis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai bagaimana kedudukan (Qarabah) anak dari perkawinan yang dibatalkan menurut hukum islam khususnya di Indonesia serta mengetahui bagaimana tinjauan hukum islam terhadap hak kewarisan anak dari perkawinan yang dibatalkan. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu kajian pustaka (library research). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dokumendokumen seperti perundang-undangan. dan juga buku-buku, kitab, tesis, disertasi dan sebagainya seperti hukum perkawinan, hukum kewarisan dalam islam. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, dengan cara deskriptif-analitik yaitu berusaha untuk mengumpulkan dan menyusun suatu data, kemudian data tersebut dianalisis serta menggunakan content analysis dengan menganilis isi dari sumber, baik sumber primer maupun skunder yang berkaitan dengan penelitian ini. Adapun hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti disini yaitu mengenai hak atau kedudukan hubungan darah (Qarabah) anak serta hak kewarisan anak dari perkwinan yang dibatalkan, dengan pertimbangan kemaslahatan anak dari perkawinan itu sendiri. Sebagai konsekuensi dari akibat ketidak hati-hatian atau ketidaktahuan seseorang melakukan perkawinan sehingga perkawinan tersebut dibatalkan, maka anak tersebut harus diakui sebagai anak yang sah bagi ayahnya. Maka dia juga berhak mewarisi harta ayah kandungnya tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: perkawinan, waris, hukum Islam
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012807 Talaq & Khulu' (Divorce)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal As-Syakhsyiyyah
Depositing User: Haryono Raiman
Date Deposited: 01 Apr 2019 03:43
Last Modified: 01 Apr 2019 03:43
URI: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/303

Actions (login required)

View Item View Item