Digilib IAIN Jember: No conditions. Results ordered -Date Deposited. 2018-11-24T12:39:14Z EPrints http://digilib.iain-jember.ac.id/images/sitelogo.png http://digilib.iain-jember.ac.id/ 239 20 1 2018-11-08T02:07:03Z 2018-11-08T02:07:03Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/263 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/263 2018-11-08T02:07:03Z ARTIKULASI POLITIK KIAI NU PADA MASA TRANSISI DEMOKRASI Hampir menjelang satu abad lamanya, sejarah perjuangan para kiai dan tokoh-rokoh NU lainnya turut mewarnai arah perjuangan bangsa. Boleh dikatakan, tidak satu pun para pengamat yang menyangsikan peran mereka dalam mengisi hari-hari penting bangsa Indonesia dalam mencari makna dan jati dirinya. Sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang sosial-keagamaan, NU memang pernah terlibat dalam pergumulan politik. Namun, sejak menyatakan diri kembali kepada garis perjuangannya, NU tidak melarang lagi hak-hak warganya untuk terlibat dalam aktivitas politik. Buku ini mengangkat tema partisipasi kiai NU dalam pemilihan pemimpin politik di daerah. Keterlibatan ini terbukti melahirkan peran-peran baru kiai dalam masa transisi demokrasi di Indonesia. Ahidul Asror 2018-11-08T01:55:38Z 2018-11-08T02:09:15Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/262 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/262 2018-11-08T01:55:38Z STUDI ISLAM DI PERGURUAN TINGGI Peradaban Islam pernah mengalami kejayaan gemilang. Tepatnya pada abad pertengahan di masa Dinasti Abbasiyah, yaitu masa Khalifah al-Makmun. Pada periode ini terjadi akselerasi peradaban dan budaya yang sangat kondusif dengan munculnya gerakan penerjemahan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, khususnya peradaban dari Yunani. Dari sinilah sebenarnya awal kebangkitan kejayaan Islam di dunia. Namun kejayaan tersebut ternyata tinggal memori semata. Persoalanna adalah bagaimana Kejayaan Islam yang pernah kita miliki tersebut dapat kita rebut kembali? Dalam perkembangan selanjutnya, Islam baik sebagai doktrin, ajaran maupun kajian telah menarik banyak pihak, baik dari Barat (baca: Orientalis) maupun Timur (baca: Islam) untuk melakukan kajian-kajian, sehingga menelorkan berbagai teori ilmu pengetahuan. Islam tidak hanya dapat didekati dengan pendekatan normatif (tekstual) semata. Namun, Islam juga dapat didekati melalui historical approach-contectual approach. Di antara kelebihan buku ini adalah ingin menunjukkan bahwa Islam dapat dikaji dengan berbagai pendekatan sebagaimana disebutkan di atas. Ahidul Asror 2018-10-02T01:45:21Z 2018-10-16T01:03:56Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/261 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/261 2018-10-02T01:45:21Z Dilema Prostitusi di Indonesia Tampaknya, penutupan lokalisasi--dengan alasan moralitas semata-- dalam banyak kasus di berbagai tempat, tidak disertai dengan kebijakan lanjutan dengan konsep yang matang, termasuk juga menyerap aspirasi dari kalangan PSK dan mucikari. Cara penutupan lokalisasi yang terjadi di Puger misalnya, memunculkan persoalan baru yaitu munculnya prostitusi liar di banyak tempat. Karena para PSK memilih bersembunyi dan petak umpet untuk menghindari pengawasan aparat negara. Akibatnya, semakin besar potensi penyebaran penyakit kelamin dan HIV/AIDS. Karena itu, sangat jelas bahwa dalam pelaksanaan penutupan prostitusi oleh Pemerintah Kabupaten Jember sedang menghadapi masalah. Di satu sisi, melarang adanya praktek-praktek prostitusi, di sisi lain, tidak adanya pembinaan terhadap para PSK dan mucikari. Nurul Widyawati Islami Rahayu 2018-10-01T05:56:32Z 2018-10-01T05:56:32Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/260 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/260 2018-10-01T05:56:32Z Tata Kelola Zakat Di Lembaga Zakat Infaq Shadakah dan Waqaf Al Baitul Amin Jember Pengelolaan zakat merupakan persoalan penting dalam suatu negara, karena zakat merupakan salah satu sumber utama keuangan dalam Islam, zakat juga menjadi salah satu unsur untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam serta dapat mengurangi angka kemiskinan (Al-Qardawi,253; 1993). Pramanik menyatakan bahwa, zakat dapat memainkan peran yang sangat signifikan dalam mendistribusikan pendapatan dan kekayaan dalam masyarakat muslim. Dalam konteks makro ekonomi, zakat dapat dijadikan sebagai instrumen yang dapat memberikan insentif untuk meningkatkan produksi, investasi, dan untuk bekerja. Zakat adalah mekanisme transfer terbaik dalam masyarakat (Pramanik, 183;1993). Pengelolaan zakat dengan melibatkan prinsip good governance yakni antara lain; efektif, jujur, pemerataan, transparansi, akuntabel, informatif kiranya dapat dijadikan sebuah solusi tepat dalam mengatasi pengelolaan zakat yang masih bersifat konvensional,Good governance dalam pengelolaan zakat secara terorganisasi merupakan tugas dari administrasi publik (Ostrom, 1989:46). Prinsip ini juga bisa diterapkan di LAZ AZKA di Jember mengingat Jember merupakan kabupaten terpadat ketiga di wilayah Jawa timur serta dihuni mayoritas oleh masyarakat muslim. Pemilihan LAZ AZKA sebagai lahan penelitian karena lembaga AZKA dapat digolongkan sebagai lembaga amil zakat tertua di Kabupaten Jember, yakni berdiri pada tahun 1999 yang seharusnya dapat dijadikan sebagai role model bagi lembaga amil zakat lainnya. Selain itu LAZ AZKA ini didirikan oleh kaum nahdliyin menjadi corong dalam berdakwah sehingga keberadaannya diakui dan dipercaya oleh masyarakat. Namun tidak demikian, akuntabilitas AZKA masih kurang mendapatkan pengakuan dari masyarakat nahdliyin utamanya, dan masyarakat lain pada umumnya. Hal lainnya juga terdapat adanya transparansi yang masih kurang, hal tersebut dapat dilihat dalam bentuk laporan keuangan yang diberikan kepada para muzakki oleh AZKA. Nurul Widyawati Islami Rahayu 2018-10-01T05:38:04Z 2018-10-01T05:38:04Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/259 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/259 2018-10-01T05:38:04Z Keterwakilan Perempuan Dalam Politik Lokal Kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Indonesia ditandai dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden (INPRES) No.9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. INPRES tersebut ditujukan kepada Menteri, Lembaga Pemerintahan non Departemen; Pemimpin Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara; Panglima Tentara Nasional ; Kepala Kepolisian Republik Indonesia; Jaksa Agung Republik Indonesia; Kepala Kepolisian Republik Indonesia; Gubernur, dan Bupati/Walikota. Kebijakan PUG mensyaratkan penyertaan laki-laki dan perempuan dalam setiap kebijakan dan program pembangunan baik dalam lingkungan pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah. Dalam konteks pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Jember, selayaknya Laki-laki dan perempuan disertakan dalam penyelenggaraannya, mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauannya. Pemilihan kepala desa antara lain di dasarkan pada Peraturan Daerah ( Perda ), dan Peraturan Bupati (Perbub). Selayaknya produk kebijakan yang dikeluarkannya tersebut memperhatikan masalah gender, demikian pula personal yang ditujukan untuk menyelenggarakan Pilkades semestinya memperhatikan penyertaan laki-laki dan perempuan. Namun kenyataannya produk kebijakan yang dijadikan landasan Pilkades tidak secara ekspilit memperhatikan gender. Penyelenggaraan Pemilihan Kepala desa yang dipantau oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pan.Pilkades), semuanya didominasi oleh laki-laki, demikian juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang merupakan lembaga pembentuk Pan-Pilkades, hampir semua posisi yang ada di dalamnya diduduki oleh para lelaki, yang notebene persepsi mereka terhadap peran gender cenderung bias gender. Menjadi menarik, karena jumlah perempuan di Kabupaten Jember semakin banyak yang mencalonkan diri dan berhasil menjadi Kepala Desa, sedangkan di sisi lain, kapasitas penyelenggara Pemilihan Kepala Desa yang semestinya lebih memahami isi dari Kebijakan Pengarusutaan Gender justru kurang, atau bahkan tidak menampilkan perempuan dalam itulah, maka penelitian ini dilakukan. Nurul Widyawati Islami Rahayu 2018-10-01T05:26:52Z 2018-10-01T05:26:52Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/258 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/258 2018-10-01T05:26:52Z Impelemtasi Kebijakan Pesantren Dalam Menolak Keberadaan Hypermarket (Study Kasus di Pondok Pesantren ASHRI Talangsari Jember) Fenomena yang terjadi di bidang kebijakan pesantren ini adalah menolak berdirinya keberadaan Hypermarket atau toko modern yang lagi menjamur di Kabupaten Jember. Banyak kalangan yang terkejut dengan berdirinya Hypermarket di area kompleks sekitar pesantren tersebut sehingga melakukan sebuah aksi penolakan yang dipimpin oleh pemangku kebijakan Pondok Pesantren Ashri Talangsari (Gus Syaif). Adapun focus penelitian ini adalah: 1). Bagaimana Impelemntasi Kebijakan Pondok Pesantren Ashri Talangsari dalam menolak berdirinya Hypermarket (Giant) yang ada di lingkungan Pesantren ? dan 2). Faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat implementasi kebijakan Pondok Pesantren Ashri Talangsari dalam menolak berdirinya Hypermarket (Giant)? Tujuan yang ingin di capai adalah mengetahui implementasi kebijakan Pondok Pesantren Ashri Talangsari dalam menolak berdirinya Hypermarket (Giant). Dengan berbagai usaha untuk memperoleh dukungan dari berbagai fihak agar mendukung implementasi kebijakan pesantren Pondok Pesantren Ashri Talangsari dalam menolak berdirinya Hypermarket (Giant). Dinamika pesantren yang bernafaskan religiusitas yang tinggi memberikan pengaruh yang kuat untuk bisa mengimplementasikan kebijakan penolakan terhadap berdirinya Hypermarket (Giant) yang ada di lingkungan pesantren. Nurul Widyawati Islami Rahayu 2018-10-01T05:18:19Z 2018-10-01T05:18:19Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/257 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/257 2018-10-01T05:18:19Z Good Service Governance Using Multiple Agency In The Management Of Zakat The purpose of this study was to understand the agency relationship in the distribution of zakat. This study used a qualitative approach by using the method of field reseach. Informants in this study are the internal and external stakeholders in the distribution of zakat institutions that donors, recipients and managers. The results of this study indicate that the agency relationship is a multiple agency with emphasis on good service governance based on the principles of service Accountability, Transparency, Justice and Participation. Nurul Widyawati Islami Rahayu 2018-10-01T05:01:45Z 2018-10-16T01:02:28Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/256 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/256 2018-10-01T05:01:45Z Good Governance Lembaga Amil Zakat (Politik Lokal Pemangku Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Jember) Prinsip dan pilar good governance dalam lembaga amil zakat akan terimplementasi dengan baik jika mendapat dukungan penuh dari pemangku kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Jember. Keberadaan ketiga komunitas (pribadi, local dan organisasi masyarakat) berimplikasi terhadap regulasi pengelolaan zakat dan menjadikan salah satu sebab tidak optimalnya good governance lembaga amil zakat, baik secara regional maupun secara nasional sehingga implikasi keberadaan zakat tidak bisa efektif dan efisien. Nurul Widyawati Islami Rahayu 2018-10-01T04:39:55Z 2018-10-01T04:39:55Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/255 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/255 2018-10-01T04:39:55Z Dakwah Pesantren dalam Hegemoni Pasar Modern Pesantren merupakan sebuah "kawah candradimuka" untuk mencetak kader-kader bangsa yang berbudi luhur dan bermoral, serta senantiasa taat pada perintah Allah SWT, sehingga para santri diharapkan akan senantiasa mempertimbangkan baik buruknya suatu perbuatan yang akan dilakukan. Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, hampir tidak ada satu masyarakat pun yang terbebas dari pengaruh globalisasi, termasuk pesantren yang berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pencetak generasi yang religius serta menjadi lembaga layanan sosial kemasyarakatan (dakwah). Menghidari pasar bebas akan membuat suatu pesantren terisolasi dan semakin tertinggal dengan perkembangan jaman. Di sinilah pasar saling beradu dengan hegemoni yang ia miliki untuk bersinggungan dengan eksistensi pesantren. Nurul Widyawati Islami Rahayu 2018-09-20T06:44:43Z 2018-11-08T02:10:52Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/253 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/253 2018-09-20T06:44:43Z PARADIGMA DAKWAH KONSEPSI DAN DASAR PENGEMBANGAN ILMU Buku ini menghadirkan pandangan mendasar tentang apa yang menjadi persoalan pokok dalam mempelajari realitas dakwah. Menghadirkan pemahaman secara fundamental tentang dakwah sebagai konsep kegiatan sosial-keagamaan diperlukan karena tidak sedikit kalangan yang selama ini mengidentikkannya semata-mata sebagai konsep transmisi ajaran. Paradigma dakwah yang demikian bukan saja mengkerdilkan intelektualitas, tetapi juga dapat menghambat potensi Islam sebagai agama yang sangat peduli terhadap masalah-masalah kemanusiaan. Atas dasar itulah, buku ini menawarkan pengetahuan dakwah sebagai konsep transformasi Islam. Dalam konsep ini, dakwah tampil dengan berbagai bentuk, yang substansinya hendak mewujudkan jalan Islam sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan transformasi meniscayakan kontesktualisasi Islam dalam dinamika kehidupan melalui ragam strategi dan bentuk kegiatan dakwah yang relevan. Ahidul Asror [email protected] 2018-09-03T06:57:58Z 2018-09-20T07:11:58Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/252 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/252 2018-09-03T06:57:58Z KHILAFAH DAN TERORISME: PEMIKIRAN ISLAM KEBANGSAAN KYAI NU Buku ini secara khusus menyajikan bahasan tentang ketidaksetujuan kyai NU dalam menolak penegakan sistem khilafah yang hendak ditegakkan sebagian kelompok Islam di Indonesia. Bagi mereka, khilafah bukan saja merupakan sesuatu yang ahistoris, tetapi juga tidak mempunyai relevansi dengan kehidupan demokrasi yang memposisikan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat. Alasan mereka menolak sistem khilafah didasarkan kepada argumentasi bahwa Pancasila dan NKRI adalah konsensus bangsa yang bersifat final. Upaya lain di luar konsensus bermaksud merubah sistem tersebut dianggap akan mencederai semangat kemerdekaan yang diproklamirkan pada tahun 195. Selain karena faktor sejarah, argumen menolak penegakan sistem khilafah juga didasarkan kepada ajaran agama yang mereka pahami. Apa yang penting dalam kepemimpinan bukanlah terletak pada kesatuan politik di bawah kendali seorang khalifah, tetapi yang wajib diperjuangkan ialah terwujudnya persaudaraan sesama muslim dan keadilan bagi sesama manusia. Ahidul Asror 2018-08-15T03:34:40Z 2018-08-15T03:56:19Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/250 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/250 2018-08-15T03:34:40Z BUREAU-CORPORATE PESANTREN AND THE CHALLENGE OF IMPLEMENTATION This article is a development of the writer's prior research through different themes and point of views. Previously, the author described two boarding schools as an educational institution that implements the concept of modern management in the aspect of managing the institution. In this article, the author would like to see both of them from the perspective of organizing the bureaucracy and corporation in boarding school bubble. At a glance, in PP Nurul Jadid, Paiton, after the pesantren leadership was given to KH. Abdul Hamid Wahid, there is a new formation that prioritizes the strictness of tasks, competency management, training, and other processes. On the other hand, Pondok Pesantren Darus Sholah, Jember, prioritizes the pattern of cultural corporation, in term of prioritizing service than administrative procedures. Indeed, the administration is still different from the corporate culture in the ideal conception. Therefore, this research expected to produce postulation that Pesantren can decide the model of cultural organization deserved. Surely, the unintended consequence is the challenge from the ground, other custodians, and the other elements used to get pleasure from the previous culture, before these two concepts implemented. Titiek Rohanah Hidayati 2017-11-13T01:57:23Z 2017-11-13T01:57:23Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/235 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/235 2017-11-13T01:57:23Z DIALOG NABI SULAIMAN DENGAN BURUNG HUD-HUD (Studi Terhadap Surat Al-Naml Ayat 20-28) Muhammad Nikmal Anas Alhadi, 2016: (Dialog Nabi Sulaiman dengan Burung Hud-hud {Analisis Terhadap Surat al-Naml ayat 20-28}). Dialog yang terjadi antara Nabi Sulaiman dengan Burung Hud-hud didalamnya terkandung sebuah amarah dari Nabi Sulaiman ke Burung Hud-hud. Bagaimana bisa seorang Nabi marah hingga sampai bersumpah hanya karena masalah keterlambatan. Rumusan masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1. Bagaimana dialog Nabi Sulaiman dengan burung Hud-hud dalam surat Al-Naml ayat 20-28?. 2. Seperti apa karakter kedua tokoh di balik dialog tersebut? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana dialog Nabi Sulaiman dengan burung Hud-hud yang kemudian akan dicari karakter masingmasing tokoh berdasarkan dialog yang telah mereka ucapkan. Manfaat penelitian ini adalah diharapkan menambah khazanah ilmu pengetahuan, dan mengembangkan serta mengoreksi ilmu pengetahuan yang telah ada. Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan kajian pustaka. Adapun tekhnik pengumpulan data menggunakan metode dokumenter. Sumber data primer peneliti adalah Alquran beserta tafsir dan takwilnya. Analisis data berupa analisis isi atau “content analisis”. Kemudian, hanya dianalisis menurut isinya dari data-data yang telah dikumpulkan, baik data primer maupun sekunder. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa Dialog yang terjadi dalam surat al-Naml ayat 20-28 antara burung Hud-hud dan Nabi Sulaiman ini disebutkan sebanyak dua kali. Dialog yang pertama adalah ketika Nabi Sulaiman bertanya tentang keberadaan burung Hud-hud. Kemudian burung Hud-hud menjawabnya dengan mengemukakan alasannya. Dan akhirnya dialog ini diakhiri dengan perintah Nabi Sulaiman untuk memcari kebenaran berita yang telah dibawa oleh Hud-hud dan menyuruhnya untuk mengantarkan surat yang Nabi Sulaiman tulis. Dari beberapa dialog diatas penulis mendapatkan bahwasannya karakter dari Nabi Sulaiman adalah cerdik, bijaksana, hati-hati dalam mengambil sebuah keputusan serta obyektif, perhatian ke umat dan disiplin. Sedangkan karakter dari burung Hud-hud adalah tangkas, inisiatif, ceroboh, punya iman yang kuat, cerdas, dapat dipercaya, kemampuan luar biasa dalam memaparkan berita, sindiran dan isyarat yang halus, tanggung jawab, dan pemberani 082122033 MUHAMMAD NIKMAL ANAS ALHADI 2017-11-13T01:50:36Z 2017-11-13T01:50:36Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/234 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/234 2017-11-13T01:50:36Z KONSEP MEMAAFKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL Amirullah Bagus Purbianto, 2016: (Konsep Memaafkan dalam Perspektif Al-Qur’an dan Relevansinya Terhadap Kesehatan Mental). Memaafkan orang lain adalah merupakan tindakan prososial yang bisa memelihara dan menjaga hubungan. Semua agama menilainya sebagai tindakan yang terpuji. Dalam agama Islam, memaafkan termasuk sifat yang utama yaitu takwa. Allah berfirman orang yang memaafkan pahalanya tidak tanggung-tanggung yaitu surga seluas langit dan bumi. Dari sisi kesehatan jasmani dan rohani, dengan memaafkan orang lain, ruang emosi kita akan relatif bersih dari beban negatif kebencian dan kedendaman. Kebencian kita kepada orang lain sering kali merugikan kita lebih dulu sebelum membahayakan orang lain. Namun, kerap kali kita tidak menyadarinya. Rumusan masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1. Bagaimana konsep memaafkan dalam perspekti al-Qur’an? 2. Bagaimana relevansinya ayat-ayat memaafkan dalam pandangan ahli psikologi? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep memaafkan dalam perspektif al-Qur’an dan merelevansikan ayat memaafkan dengan ilmu psikologi. Manfaat penelitian ini adalah diharapkan menambah khazanah ilmu pengetahuan, dan mengembangkan serta mengoreksi ilmu pengetahuan yang telah ada. Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan kajian pustaka. Adapun tekhnik pengumpulan data menggunakan metode dokumenter. Sumber data primer peneliti adalah buku tafsir dan buku psikologi. Analisis data berupa analisis isi atau “content analisis”. Kemudian, hanya dianalisis menurut isinya dari data-data yang telah dikumpulkan, baik data primer maupun sekunder. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa Konsep memaafkan dalam Al-Qur’an terjadi di tiga peristiwa pertama, memaafkan untuk menghapus luka dan bekas-bekas dalam hati. Kedua, memaafkan untuk membuka lembaran baru dan berbuat baik. Ketiga, memaafkan untuk menutup kesalahan dari hukuman. Adapun relevansinya ayat-ayat memaafkan dengan kesehatan mental ialah sikap moderasi dan tindakan yang tidak melampaui batas merupakan terhindarnya dari gangguan jiwa. Perkataan yang baik dan hubungan yang harmonis merupakan tindakan yang mudah untuk menyesuaikan diri. Memaafkan tidak hanya dari lisan saja. Melainkan juga harus berlapang dada dan bersalaman merupakan tindakan seseorang yang mampu menghadapi persoalan dalam masyarakat. Memberikan kesempatan orang yang bersalah agar intropeksi diri dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan merupakan kemampuan seseorang untuk mengoptimalkan berbuat baik 082 122 038 AMIRULLAH BAGUS PURBIANTO 2017-11-13T01:46:18Z 2017-11-13T01:46:18Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/233 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/233 2017-11-13T01:46:18Z TELAAH KUALITAS SANAD HADITS TENTANG FADLILAT AL-MULK DALAM KITAB MUJARRABAT AL- DAIRABI Al- KABIR Amirudin, 2016: Telaah Kualitas Sanad Hadits tentang fadlilat al- Mulk dalam kitab Mujarrabat al- Dairabi al- Kabir Banyak sekali para Ulama dan tokoh- tokoh Islam pada umumnya mencantumkan ayat al- Qur`an dan al-hadits dalam kitab karangannya. Di antara hadits tersebut ada yang tidak di cantumkan sanad haditsnya secarta lengkap bahkan ada yang tanpa sanad. Padahal kitab tersebut telah menjadi kitab populer terutama di Pesantren. Fenomena tersebut menjadi salah satu alasan penulis untuk melakukan kajian ini. Adapun kitab yang dipilih adalah Kitab Mujarrabat al- Dairabi al- Kabir dimana kitab ini sudah masuk pada salah satu kitab rujukan masalah spritualistis. Kajian penelitian ini adalah pada bab lima tentang fadlilat al- Mulk mengingat surat al- Mulk adalah merupakan salah satu surat al- Munjiyat yang sering di baca mayoritas umat Islam. Fokus penelitian dalam Skripsi ini adalah kualitas sanad hadîts fadlilat al- Mulk dalam kitab Mujarrabat al- Dairabi al- Kabir, Sub fokus penelitiannya adalah bagaimana penilaian ulama kritikus h̠ adîts terhadap pribadi periwayat, serta bagaimana ketersambungan sanad dalam h̠ adîts-h̠ adîts tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kualitas sanad hadits tentang fadlilat al- Mulk dalam kitab Mujarrabat al- Dairabi al- Kabir. Adapun tujuan khususnya adalah menganalisa kualitas pribadi periwayat dan ketersambungan sanad dalam hadits- hadits tersebut. Adapun metode yang pertama adalah metode Takhrîj yang dilanjutkan dengan I’tibâr al-H̠ adîts juga Jarh̠ wa Ta’dîl, al-Tah̠ ammul wa al-Adâ’, untuk mengetahui kualitas serta persambungan sanad dari setiap perawi h̠ adîts tersebut. Dalam bab tentang fadlilat al- Mulk yang menjadi fokus kajian peneliti terdapat 8 hadits dengan rincian 4 hadits utama dan 4 buah hadits yang semakna dengan hadits utama namun beda redaksi saja. Peneliti hanya memfokuskan pada 4 hadits utama saja dalam bab ini yaitu hadits yang di riwayakan oleh Abu Hurairah, al- Nasai, Abdullah ibn Mas`ud, dan Anas ibn Malik. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat ditemukan beberapa kesimpulan yaitu: Hadits pertama dan ketiga Pada penelitian ini adalah keduanya berstatus Shahih al- Isnad di karenakan semua periwayat tidak ada yang dlaif dan memakai simbol periwayatan haddatsana dan `an yang bisa di pastikan adanya pertemuan antara murid dan gurunya secara langsung dan ridak ada rowi yang Mudallis. Hadits kedua berstatus Hasanun Shahih karena dari jalur hadits utamanya terdapat Al- Laits ibn Salim seorang perawi yang di dlaifkan oleh Ibnu Hajar, di nilai lemah hafalan oleh Al- Dzahabi Dan Yuktabu haditsuhu oleh Yahya ibn Ma`in. Namun di sisi lain ada jalur dari syahid Al- Laits yakni Al- Mughirah bin Muslim yang semua jalurnya dianggap Shahih oleh Al- Dzahabi, Al- Ijly dan Yahya ibn Ma`in oleh karena itu, Hadits ketiga ini naik derajat menjadi Hasanun Shahih. Hadits keempat Pada penelitian ini adalah berstatus Dla’if Jiddan.Karena terdapat Ishaq bin Abdillah yang dalam hal ini Imam Bukhari menilainya Matruk, penelitian dilanjutkan pada hadits yang semakna namun ternyata juga ada Harun bin Katsir yang dianggap Majhu al- hal oleh Al- Dzahabi berdasarkan kitab Tahdzib al- Kamal fi asmai al- Rijal, Tahdzib al Tahdzib dan Mizan al I`tidal 082 092 003 AMIRUDIN 2017-11-13T01:41:13Z 2017-11-13T01:41:13Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/232 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/232 2017-11-13T01:41:13Z ANALISIS PERSAINGAN PEDAGANG KLONTONGAN DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM (Study Pedagang Klontongan Pasar Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi) Yesi Ockita Sari, 2016: ANALISIS PERSAINGAN PEDAGANG KLONTONGAN DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM (Study Pedagang Klontongan Pasar Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi)”. Pasar mendapatkan kedudukan yang penting dalam islam. Rasulallah sangat menghargai harga sebagai harga yang adil. Oleh karena itu Islam menekankan adanya moralitas seperti persaingan yang sehat, kejujuran, keterbukaan dan keadilan. Terkait dengan persaingan, Islam sudah mengatur etika dan cara bersaing dalam berdagang, agar tercipta persaingan yang sehat tanpa adanya penyimpangan-penyimpangan, seperti yang telah Rasulallah contohkan, bagaimana bersaing dengan baik ketika berdagang, rasul tidak pernah melakukan usaha untuk menghancurkan pesaingnya, yang beliau lakukan adalah memberikan pelayanan sebaik-baiknya dan menyebutkan spesifikasi barangnya denga jujur termasuk jika barang tersebut terdapat cacatnya. Sehubungan dengan hal tersebut, penulis memilih pasar tradisional Benculuk yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, karena pasar tradisional adalah tempat yang rentan akan penyimpangan-penyimpangan, seperti penipuan, pengoplosan barang halal dan haram dan sebagainya. Dalam hal ini, fokus penelitian dalam skripsi ini ada 2 yaitu: 1) Bagaimana bentuk persaingan dan upaya memenangkan persaingan antar pedagang klontongan di pasar Benculuk dalam Etika Bisnis Islam? 2) Bagaimana pandangan Etika Bisnis Islam terhadap persaingan pedagang klontongan di pasar Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi? Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana bentuk persaingan dan upaya memenangkan persaingan antar pedagang klontongan di pasar Benculuk dalam Etika Bisnis Islam, untuk mendeskripsikan bagaimana pandangan Etika Bisnis Islam terhadap persaingan pedagang klontongan di pasar Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang berlokasi di Pasar Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun untuk menguji keabsahan data, penulis menggunakan triangulasi sumber. Dengan demikian peneliti memperoleh kesimpulan bahwa 1) bentuk persaingan yang terjadi di pasar Benculuk antar sesama pedagang klontongan ditinjau dari obyek yang dipersaingkan ialah dari segi kualitas barang, harga yang terjangkau, serta pelayanan yang memuaskan dari para pedagang, sedangkan lokasi dan layanan purna jual barang yang sudah dibeli tidak mempengaruhi pelanggan dalam melakukan transaksi jual beli, dari bentuk persaingan tersebut, pedagang bisa memenangkan persaingan yang terjadi. 2) pandangan etika bisnis Islam berdasarkan persaingan yang terjadi di pasar Benculuk adalah, para pedagang klontongn bersaing secara sehat tetapi belum maksimal dalam menerapkan prinsip dasar beretika bisnis dalam Islam 083 122 037 YESI OCKITA SARI 2017-11-13T01:37:11Z 2017-11-13T01:37:11Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/231 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/231 2017-11-13T01:37:11Z STRATEGI PENYESUAIAN HARGA TERHADAP KUALITAS PRODUK YANG DITAWARKAN DI PASAR DESA BADEAN KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER PERSEPSI ETIKA BISNIS ISLAM Uswatun Hasanah, 2016: Strategi Penyesuaian Harga Terhadap Kualitas Produk yang Ditawarkan di Pasar Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Persepsi Etika Bisnis Islam. Strategi harga dan kualitas digunakan sebagai strategi menghadapi pesaing dalam pasar. Keseimbangan akan terjadi bila harga dan kualitas sama dan sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam agar tidak ada pihak yang dirugikan. Oleh karena itu, mekanisme pasar harus diciptakan sedemikian rupa agar tidak menimbulkan malapetaka. Berdasarkan latar belakang di atas, maka fokus penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi penyesuaian harga terhadap kualitas produk yang ditawarkan di pasar Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember?; Bagaimana strategi penyesuaian harga terhadap kualitas produk yang ditawarkan di pasar Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember yang sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam?; Bagaimana strategi penyesuaian harga terhadap kualitas produk yang ditawarkan di pasar Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi penyesuaian harga terhadap kualitas produk yang ditawarkan di pasar Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember, untuk mendeskripsikan strategi penyesuaian harga terhadap kualitas produk yang ditawarkan di pasar Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember yang sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam, untuk mendeskripsikan strategi penyesuaian harga terhadap kualitas produk yang ditawarkan di pasar Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Dan untuk lokasi penelitiannya di pasar Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Subjek penelitian ini adalah subjek primer dan subjek sekunder. Adapun teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Keabsaan data menggunakan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan oleh penjual di pasar Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember bermacam-macam, antara lain: strategi hidup bersama dalam pasar yang sama berdasarkan kelompok mutu dan harga, strategi memperbaiki dan meningkatkan, dan strategi yang merugikan. Strategi yang digunakannyapun telah sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam walaupun ada beberapa penjual yang masih melakukan pelanggaran tidak etis dengan menggunakan strategi merugikan 083 122 056 USWATUN HASANAH 2017-11-13T01:33:09Z 2017-11-13T01:33:09Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/230 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/230 2017-11-13T01:33:09Z PRAKTIK GADAI SAWAH TANPA JANGKA WAKTU DI DESA BANJARSARI KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM Uswatun Hasanah, 2016 : Praktik Gadai Sawah Tanpa Jangka Waktu di Desa Banjarsari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam. Dalam masyarakat ptaktik gadai sudah dikenal dan lazim dilaksanakan sebagai salah satu akad dalam aktivitas ekonomi atau dalam islam dikenal dengan aktivitas bermuamalah. Akad gadai ini biasanya dilakukan ketika seseorang membutuhkan sejumlah dana sedangkan dirinya hanya memeliki harta benda (bukan uang), jika menunggu menjual dahulu maka akan membutuhkan waktu lama. Atau karena orang tersebut menginginkan barang tersebut dikarenakan itu adalah barang berharga yang dimiliki. Maka solusi yang diambil ialah dengan cara menggadaikan barang tersebut dan memperoleh sejumlah uang yang dibutuhkan tanpa harus menjual yang dimilikinya. Fokus penelitian yang diteliti dalam skripsi ini adalah : 1) Bagaimana praktik gadai sawah tanpa jangka waktu yang dilakukan di Desa Banjarsari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember? 2) Faktor apa yang menjadi penyebab praktik gadai sawah tanpa jangka waktu di Desa Banjarsari Kecamatan Bangsalsari terus dilakukan? 3) Bagaimana perspektif hukum ekonomi islam terhadap praktik gadai sawah tanpa jangka waktu di Desa Banjarsari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember ? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan praktik gadai tanpa jangka waktu di Desa Banjarsari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam. Dalam mengindetifikasikan masalah tersebut, penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui field research (penelitian lapangan) untuk menganalisis praktik gadai sawah tanpa jangka waktu yang dilakukan oleh para petani di Desa Banjarsari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa praktik gadai yang dilakukan petani di Desa Banjarsari merupakan transaksi hutang piutang yang memberikan barang jaminan kepada murtahin.1) praktik gadai sawah dilakukan dengan perjanjian tertulis dan tidaktertulis. Akad yang digunakan adalah akad tabarru’ (kebajikan). 2) faktor yang menyebabkan praktik gadai sawah ini dilakukan adalah faktor ekonomi yang diantaranya adalah membayar biaya pendidikan anak, biaya pernikahan dan sebagai modal usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 3) praktik gadai sawah tanpa jangka waktu belum sesuai dengan hukum ekonomi islam karena adanya penambahan syaratsyarat dari murtahin dan jika dinalisis dengan teori‘urf maka ini termasuk‘urf fasid yakni‘urf yang rusak 083 122 043 USWATUN HASANAH 2017-11-13T01:28:28Z 2017-11-13T01:28:28Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/229 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/229 2017-11-13T01:28:28Z PROSES PRODUKSI DAN PENETAPAN HARGA TEMBAKAU RAJANGAN BESUKI DI DESA GADINGSARI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN BONDOWOSO DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Tri Damayanti, 2016: Proses Produksi dan Penetapan Harga Tembakau Rajangan Besuki di Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso dalam Perspektif Ekonomi Islam. Proses produksi yang menghasilkan komoditas berupa barang atau jasa, dan dari hasil produksi tersebut kemudian produsen menetapkan acuan harga. Dari proses produksi dan proses penetapan harga yang merupakan bagian dari sebuah manajemen pemasaran tersebut yang kemudian akan timbul atau memunculkan suatu kejanggalan akibat dari adanya wanprestasi atau praktik kecurangan. Ketika kecurangan dalam proses produksi ataupun pada proses penetapan harga itu terjadi, maka bukan tidak mungkin kendala juga pasti dialami oleh seorang produsen tembakau. Jika dalam proses produksi dan dalam proses penetapan harga telah jelas dikemukakan, maka untuk selanjutnya mengkaji tersebut dari sisi syariat Islam. Fokus penelitian yang diteliti dalam skripsi ini adalah : 1) Bagaimana proses produksi dan penetapan harga tembakau rajangan besuki di Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso? 2) Bagaimana proses produksi dan penetapan harga tembakau rajangan besuki di Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso dalam perspektif ekonomi islam? 3) Apa kendala bagi produsen dalam proses produksi dan penetapan harga tembakau rajangan besuki di Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Proses produksi dan penetapan harga tembakau rajangan besuki di Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso. 2) Proses produksi dan penetapan harga tembakau rajangan besuki di Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso dalam perspektif ekonomi Islam. 3) Kendala bagi produsen dalam proses produksi dan penetapan harga tembakau rajangan besuki di Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso. Dalam mengidentifikasikan masalah tersebut, penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui field research (penelitian lapangan) untuk menganalisis manajemen pemasaran dalam produksi dan harga tembakau rajangan besuki yang dilakukan oleh para petani tembakau di Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa. 1) dalam proses produksi ditemukan kecurangan dari petani nakal yang mencampurkan tembakau kualitas bagus dengan tembakau kualitas rendah, hal ini dikarenakan petani yang ingin mencapai laba maksimum. 2) sementara dalam penetapan harga pabrik menentukan harga jual sepihak. 3) kendala yang sering dialami oleh petani tembakau yakni modal dan kondisi cuaca yang tidak menentu, serta belum adanya penetapan harga jual tembakau dari pemerintah 083 122 006 TRI DAMAYANTI 2017-11-09T02:37:09Z 2017-11-09T02:37:09Z http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/228 This item is in the repository with the URL: http://digilib.iain-jember.ac.id/id/eprint/228 2017-11-09T02:37:09Z PERAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) DALAM MENGEMBANGKAN PRODUKTIVITAS USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH. (Studi di BMT Maslahah Lil Ummah Al-Mubarak Sukowono Jember) Syaifi Ali, 2016: Peran Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Dalam Mengembangkan Produktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah. (Studi BMT MU Al-Mubarak Sukowono). Untuk meningkatkan produktivitas UMKM salah satu faktor penunjang yang terpenting adalah ketersediaan modal yang cukup. Kendala permodalan bagi pengusaha kecil, tidak bisa di penuhi oleh perbankan modern, karena mereka pada umumnya tidak bankable. Padahal bank akan selalu perpegang pada azas bankable untuk memutuskan kreditnya. Wal hasil, banyak usaha kecil (UMKM) mengalami kesulitan permodalan. Kondisi ini semakin memperlebar jarak antara usaha kecil dan sektor informal dengan industri formal. Untuk itu, diperlukan adanya sistem kredit yang mampu menjangkau lapisan masyarakat terbawah pada saat yang bersamaan mendorong kesiapannya untuk meningkatkan performan usaha. Penelitian ini dilakukan karena banyak para pedagang pasar yang beralih ke BMT sebagai tampat penyimpanan dan pembiayaan yang sebelumya mereka tergantung pada bank umum yang nilai bunganya lebih tinggi. Maka dari itu penulis ingin meneliti mengenai Peran Baitul Maal Wat Tamwil MU Al-Mubarak Sukowono dalam Mengembangkan Produktivitas UMKM. Fokus masalah yang diteliti 1). Bagaimana Peran Baitul Mal Wattamwil MU Al-Mubarak dalam mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah di Sukowono? 2). Apa kendala yang dihadapi Baitul Mal Wattamwil MU AlMubarak dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah di Sukowono? Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mendeskripsikan Peran Baitul Maal Wat Tamwil MU Al-Mubarok Dalam Mengembangkan Produktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah di Sukowono dan untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi Baitul Mal Wattamwil MU Al-Mubarak dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah di Sukowono. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan untuk pengujian keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pemeriksaan keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber. Penelitian ini memperoleh kesimpulan 1). peran BMT MU Al-mubarak Sukowono dalam mengembangkan UMKM meliputi dua hal yaitu, Pertama, memberikan Pembiayaan atau membatu ketersedian modal kepada pedagang kecil. Kedua, melakukan pembinaan kepada pedagang kecil. 2). Kendala yang dihadapi BMT MU dalam mengembangkan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah terdapat dua permsalahan yaitu , Pertama, faktor internal yaitu dari pihak BMT sendiri seperti kurangnya pengetahuan karyawan terhadap BMT karena faktor pendidikan yang rendah; dan kurangnya modal. Kedua, faktor eksternal atau dari nasabah seperti kurang maksimal kemampuan mengelola usahanya; persaingan yang kuat; dan keterlambatan dalam penyetoran. 083122031 SYAIFI ALI